
Dari sekotak kaca, kulihat hamparan awan yang bertabur di angkasa. Seakan akan menawarkan kedamaian pada seburat biru dan putih. Ingin berada sesaat, duduk tenang diatas gumpalan awan sembari melihat tingkah polah manusia ribuan kilo dibawah. Hmm...mungkin sesekali akan kulempari mereka dengan segumpal awan awan itu.... *senyum nakal* hihihihi
Beribu ribu kilo, mengingatkan pada beribu ribu detik yang pernah merajut cerita hingga detik ini. Lama tak bersua, rajutan cerita lama terbentang di balik senyuman. Indah, namun semua hanya kenangan yang mengisi rajutan kehidupan.
Langkah-langkah kecil yang penuh kerikil, perlahan terlewati. Kelokan tajam yang nyaris menggelincirkan langkah ke dasar jurang, mampu diatasi. Hingga kini, perjalanan panjang ini berujung pada sebuah gerbang kebahagiaan. Dengan berbekal restu, inginku melangkah lebih jauh with light of the candle.
Hentakan roda roda kecil pada landasan, membuyarkan lamunan. Gerimis menyambut langkah kaki saat menapaki kembali hamparan tanah yang berisi kemacetan. tak ada debu yang berebut cela dengan udara sehingga aroma tanahpun menyeruak masuk dalam tarikan nafas. Lega, selega batin ini....
*^*^*^*^*^*^*^*^*^*
Labels: ceritaku, mencoba berkatakata





7 Comments:
Emang mendung dan hujan bikin orang jadi puitis ya? Tapi aku tetap aja nggak bisa nyusun kata seindah ini Za. Susah.
Btw, apapun itu aku doain semoga keinginannya Za cepat terwujud ya.
Wednesday, November 07, 2007 9:35:00 AM
aihhhh,.... ngga kuwatttt...
za romantis juga ternyata. seniman kata kata
Wednesday, November 07, 2007 3:47:00 PM
kamu salah ngome obat ya ZA..???
*tobat..tobat*
Wednesday, November 07, 2007 4:27:00 PM
:)
Thursday, November 08, 2007 2:38:00 AM
Wooww...lagi mengenang apa nih? ;)
Monday, November 12, 2007 10:27:00 AM
halo mbak za :p
apa nih..apa..?hehehhe
duh romantis ya puisinya... jadi pengen XDDDD
Friday, November 16, 2007 5:59:00 PM
Kau ini coba'-coba' berpuisi. Ada apa dengan otak kau ini. Macam mana..
Sunday, November 18, 2007 5:20:00 PM
Post a Comment
<< Home