<!-- --><!-- --><style type="text/css">@import url(http://www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/697174003-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=20463959&amp;blogName=.d..i..r..i..k..u..d..i..s..i..n..i.&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=SILVER&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fdirikudisini.blogspot.com%2Fsearch&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fdirikudisini.blogspot.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
11 comments | Wednesday, September 19, 2007

Laskar pelangi, langsung menerbangkan saya ke beribu ribu mil, ke sebuah tempat bernama Belitung. Perjuangan pendidik dan anak didik yang tidak pernah menyerah oleh keadaan yang tidak berpihak pada mereka. Kemiskinan, ketidakadilan seakan akan lebih akrab. Namun, mereka punya semangat yang besar, mereka punya cita-cita besar, mereka punya keinginan yang kuat dan mereka punya cinta.

Bagaimana seorang Andrea Hirata *yang akhirnya sayah tau, asal usul nama tersebut* menceritakan his true story dengan sangat bagus... Benar benar membawa pembaca terbawa akan alur cerita. Bagaimana keresahan saat penerimaan murid baru. Seperti apa sekolah, tempat mereka belajar. Seorang kepala sekolah dan seorang guru yang tidak mendapatkan bayaran setiap bulan. Seperti apa angkuhnya Gedong yang terbatas oleh orang orang tertentu sebagai pegawai Perusahaan Negara Timah. Papan tulis yang di tempeli dengan poster 'Bang Haji' untuk menutupi lubang yang ada. Dan lain sebagainya...

Hingga semalam saya berkesempatan bertemu dengan Andrea Hirata di siaran off air Kick Andy - Metro tivi. (Akan disiarkan tanggal 27 september 2007 jam 10 malem di Metro tivi *promosi mode on*). Novel yang menurut saya terlalu berat karena menyulitkan saya saat membaca, emm...... maksutnya karena ada banyak kata asing bagi mata dan telinga saya sehingga saya harus berulang kali membolak balik ke halaman glosary (kurang lebih 34 halaman) dan itu membuat nyali membaca saya ciuuuuut... Dan ternyata, Laskar Pelangi ini mengispirasi banyak pembacanya *yah...tentu saja yang sudah tammat membacanya :D, tidak seperti sayah yang baru menghabiskan 61 halaman :P*.

Overall, obrolan bang Andy dengan Andrea Hirata, cukup seru hingga menguras air mata kami. Apalagi pada saat ibu Muslimah turut hadir ditengah tengah acara... Haru sekaligus bangga, bisa bertemu dengan sosok yang berjiwa besar dan melakukan semuanya dengan ikhlas, tanpa mengharap imbalan apapun.

Dan diakhir acara, semua penonton mendapatkan novel Laskar Pelangi plus tanda tangan sang penulis *jadi punya dua deh;)*. Dan tentu saja session foto-foto..... my favorite session*narsis mode on*. Yang bisa dilihat disini : Andrea on Kick-Andy.

Yah, semua ini berkat paksaan bu Dahlia *kyaaa.....lo di panggil ibu sama mbak2 itu....:D* yang udah ngajakin kita -saya dan Nana, dan akhirnya dia berhasil merayu teman sekantornya untuk join on our club :P *piis Yo....makasih tumpangannya, oh iya, makasih juga mendoannya =P~*-. Dan tentu saja, bukan hanya mbak day, tapi juga ada bunda Raihan, mas oesoep dan mas yudhi *kyaaa akhirnya bisa ketemu kalian lagi*

Sebelum akhirnya kembali ke peraduan, kita -saya, nana dan temennya Nana- mampir dolo di Sandwich Bakar - Kedai kopi. Hmm yumiiiiieeee.......


Labels: , ,

14 comments | Monday, September 10, 2007

Hitam kembali menyapu jingga saat malam merajai. Penat, seakan menghilang tanpa jejak di sela sela rinai tawa. Tapak tapak kaki melangkah sejalan dengan tatapan mata dan berjuta kata tanya. Malam ini, terasa hangat. Entah karena titian panjang yang kita lewati hingga keringat membasahi anak anak rambutku. Atau karna kita bejalan beriringan. Ah, kita… ? mengapa harus kita? Bukan kamu, dia, mereka, atau kami…

Kita…kita… aku hanya berucap lirih, dalam hati. Tersenyum simpul, saat mengingatnya lagi.

Hingga tiba saat kita bertemu lagi, saat malam sedang lelap, teriknya mentari mengelus elus punggung, bergantian dengan semilir angin dan saat ramadhan menjelang… Alhamdulillah, kita bertemu kembali... Kita bertemu lagi dalam Ramadhan… Senangnya....^_^


*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*

jika langkahku membekas lara
kataku merangkai dusta
dan lakuku menoreh luka
izinkan aku mendapat maaf kalian....^_^

Happy Ramadhaaan every body.......p^_^q


*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*^*





Labels:

5 comments | Thursday, September 06, 2007

Kepala sayah memang pusing hari kemaren.... banyak banged "hal" yang ngebuat pusing yang makin bikin sayah pusing *sigh*.

apalagi terima sms dari temen kantor yang isinya :

Udah tau ada berita duka?
Bebek meninggal krn kecelakaan d laut aceh 2 sept kmarin. Udah dimakamkan d Jember

*deg* Sayah, tidak punya temen lain yang punya brand b.e.b.e.k

Tubuh saya semakin merasa melayang-layang, ada sesak, ada rasa gak percaya, ada rasa gak terima....

sampai pada pagi ini, saat terima offline message dari beberapa kawan dan postingannya si mbok.

Mas bek, selamat jalan ya....
ndak jadi kita mo ktemuan pas lebaran...

Labels:

11 comments | Tuesday, September 04, 2007


Sejarah, adalah mata pelajaran yang paling sayah benci, benci banged malah! Karena sayah harus menghafalkan satu peristiwa ke peristiwa yang lainnya. Seperti, kapan Pangeran Diponegoro meninggal, dimana? ato, siapa saja yang termasuk pahlawan revolusi? ato, kapan perjanjian meja bundar dilaksanakan?dimana?dihadiri oleh siapa saja? Hrgggg........... sayah bisa semalaman menghafalnya dan dalam hitungan beberapa detik akan segera menguap dari ingatan..

Kl searching dilakukan di otak sayah, dengan keyword : merdeka + jepang. Pastilah yang muncul adalah : Jepang menjajah kita setelah 350 tahun kita dijajah oleh Belanda. Dan di buku sejarah eh, PSPB ding *apa ya kepanjangannya?mbuhlah...pokoknya pelajaran sejarah gitu deh*. Pada saat itu bangsa kita diibaratkan keluar dari mulut harimau masuk ke mulut buaya. Sayah inget benar perumpaan ini, karena waktu itu sayah ngebayangin kalo Belanda itu punya banyak harimau dan Jepang punya banyak buaya...*dodol mode on*. trus tentang romusha. trus tentang bom di Heroshima - Nagasaki.

Sedangkan kata momoye, jugun ianfu, asrama telawang, tak pernah sayah temukan di barisan cerita tentang sejarah indonesia di buku buku sejarah yang pernah sayah baca di bangku sekolah.

Miris dan peris saat membaca paragraf demi paragraf penuturan Mardiyem, salah seorang yang telah menjadi korban perbudakan seks militer Jepang. Istilah ini dikenal dengan jugun Ianfu. Secara harfiah, Ju = ikut, Gun = militer/balatentara, Ian = penghibut, Fu = perempuan, sehingga Jugun Ianfu berarti : Perempuan penghibur yang ikut militer.

Di Asrama Telawang inilah, Momoye -nama pemberian dari Jepang untuk Mardiyem- dipaksa "melayani" para militer militer Jepang saat dia masih berusia 13 tahun, saat dia belum menstruasi. Pada hari pertama, dia "melayani" hingga 6 orang secara berturut-turut tanpa jeda meskipun sakit, perih dan darah mengalir tanpa henti diantara kedua kakinya. *mringis ngebayangin sakitnya*. Penderitaan ini, gak berakhir hari itu saja... justru ini adalah awal dari penderitaannya dari tahun 1942 hingga Jepang kalah di tahun 1945.

Tak hanya kekerasan batin yang mereka terima, tapi juga kekerasan fisik. Tak jarang mereka dianiaya, saat mereka tidak bisa memuaskan nafsu tentara tentara Jepang yang meluap luap. Sampai saat Mardiyem, diharuskan menggugurkan kandungan diusianya yang masih belia, dan mengakibatkan rahimnya rusak. *nahan nafas dalem dalem*

Saat Jepang sudah kalah, masih banyak tentara tentara Jepang yang masih sembunyi di hutan-hutan. Hingga ditemukan Rosiyem -salah seorang korban Jugun Ianfu-, dia ditemukan mati dengan kepala digantung dengan seutas tali dan daging di kedua pahanya sudah habis teriris di dekat sekumpulan tentara jepang yang sedang membakar sate *hyaaaa.......berenti baca. dan nutup mata*

Sumpah, bener bener gak punya hati nurani.... Dan mereka, dianggap seakan tidak pernah ada. Seperti biasa, hanya bisa menutup mata....

Kita berhutang kepada rahim-rahim mereka yang telah berani dan tabah menjalani kehidupan yang teramat pedih....

EkaHindra

Labels: