<!-- --><!-- --><style type="text/css">@import url(http://www.blogger.com/static/v1/v-css/navbar/697174003-classic.css); div.b-mobile {display:none;} </style> </head><body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener("load", function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <iframe src="http://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID=20463959&amp;blogName=.d..i..r..i..k..u..d..i..s..i..n..i.&amp;publishMode=PUBLISH_MODE_BLOGSPOT&amp;navbarType=SILVER&amp;layoutType=CLASSIC&amp;searchRoot=http%3A%2F%2Fdirikudisini.blogspot.com%2Fsearch&amp;blogLocale=en_US&amp;homepageUrl=http%3A%2F%2Fdirikudisini.blogspot.com%2F" marginwidth="0" marginheight="0" scrolling="no" frameborder="0" height="30px" width="100%" id="navbar-iframe" allowtransparency="true" title="Blogger Navigation and Search"></iframe> <div></div>
6 comments | Monday, March 03, 2008




after office di hari jumat, akhirnya terbalaskan juga rasa penasaran untuk nonton film ayat - ayat cinta. Sebenernya, hal ini bukan hal yang baru karena sebelum sebelumnya sudah banyak film Indonesia yang mengadopsi dari sebuah novel. Namun, kekhawatiran itu tetap saja menumbuhkan rasa penasaran.

ayat-ayat cinta on movie sudah diberitakan sangat heboh di media masa, hingga behind the sceen-nya yang cukup membuat saya terharu. perjuangan seorang Hanung Bramantya saat harus melalui birokrasi yang ruwet. juga perjuangan untuk menghadirkan Kairo di Semarang, sungai Nil di India. saya sungguh salut.

dan hasilnya, memang benar-benar membuat saya berdecak kagum!

namun ada yang membuat saya kecewa, atmosfer kairo dan segala pernak-perniknya sudah didapatkan di film ini, namun kenapa para pemain yang di bingungkan hanya pada tokoh utama-nya saja? seperti Fahri, Aisha dan Maria. sedangkan tokoh-tokoh yang lain, seperti syekh Ustman, para sipir penjara. ya mungkin masalah SDM, tapikan itu bisa didandani mirip ama orang arab...? trus masalah bahasa... kenapa jadi bahasa Indonesia? Ya, mungkin kl pake bahasa Arab akan lebih lama dan mahal karena mesti ngursusin para pemainnya juga ya...:D . Tapi dengan pake bahasa Indonesia jadi aneh....:S

hal yang menurut saya indah di novel itu, ternyata sama sekali tidak ada di scene. yaitu saat-saat Maria menemui ajalnya. pada saat Maria tidak tersadarkan diri dengan melafalkan surat Maryam dan At Thaha karena dia tidak diterima masuk di pintu surga...

ah....semuanya kan juga dilihat dari sisi komersial juga
ya, apapun itu...two tumbs up to kang Abik atas usahanya...^^

6 Comments:

Anonymous mikow said...

jadinya kayak sinetron ya? apa karena produsernya itu produser sinetron?

Monday, March 03, 2008 1:19:00 PM

 
Blogger Ippen said...

Menurut gue.. walaupun kayak sinetron.. tapi lumayan kerenlah.. dari pada film2 indonesia yg kebanyakan horor gak penting banget..

Untung gue udah nonton AAC, jadi jum'at kmrn bisa ikut kopdaran deh :P

Monday, March 03, 2008 1:22:00 PM

 
Anonymous AAA said...

cek ini deh :)

Monday, March 03, 2008 4:39:00 PM

 
Anonymous venus said...

za, OOT banget, cuma penasaran. beneran kamu asli probolinggo? probolinggonya mana? tenkyu, za :)

alamat emailku venus@venus-to-mars.com

suwuuunn....

Monday, March 03, 2008 5:28:00 PM

 
Blogger .:diah:. said...

yuupzz,, overall sih filmnya baguss,, tapi sayang...koq yaa banyak yg melenceng dari novelnya sih,, but it's ok,, emang susah membuat imajinasi menjadi kenyataan *soktau.mode.on*

Monday, March 10, 2008 3:04:00 PM

 
Anonymous Riri Audiya said...

filmnya bagus..

tp sayang actingnya rianti ga sebagus actingnya carissa puteri..

Friday, March 14, 2008 5:27:00 PM

 

Post a Comment

<< Home